ADR (Reaksi Obat yang Merugikan)
ADR
Ringkasan Singkat
Singkatan dari adverse drug reaction, merujuk pada efek samping yang berbahaya atau tidak diinginkan dari suatu obat.
Dalam konteks psikofarmakologi, ini merujuk pada respons terhadap obat yang berbahaya dan tidak diinginkan, yang terjadi pada dosis yang biasanya digunakan untuk profilaksis, diagnosis, atau terapi. ADR dapat berkisar dari efek samping ringan seperti mulut kering hingga kondisi yang mengancam jiwa seperti sindrom neuroleptik maligna.
Pemantauan ADR sangat penting dalam pengobatan gangguan mental karena banyak obat psikotropika memiliki profil efek samping yang kompleks yang dapat memengaruhi kepatuhan pasien terhadap pengobatan.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- World Health Organization (WHO).
- Edwards, I. R., & Aronson, J. K. (2000). Adverse drug reactions: definitions, diagnosis, and management. The Lancet.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.